INFO DESA

Inovasi Pakan Ternak Jatigono
06 April 2021   28 kali

 Jatigono, 06 April 2021

Langkanya rumput yang tumbuh disawah-sawah kini menjadi momok yang membuat para petani menjadi resah, pasalnya dengan masuknya musim tanam padi rumput-rumput yang biasanya tumbuh subur diarea persawahan menjadi semakin sedikit. Hal ini disebabkan karena sawah yang ditumbuhi rumput sudah dibajak dan digenangi oleh air yang membuat rumput tidak lagi bisa tumbuh ditanah sawah. Rumput yang tumbuh hanya bisa disekitaran pematang sawah atau yang biasa disebut "galengan" oleh orang jawa.

apabila rumput yang tumbuh dipematang juga habis maka petani terpaksa harus mencari rumput diarea pegunungan atau gumuk yang berada jauh dari desa jatigono. namun yang menjadi permasalahan baru adalah para petani harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih untuk mendapatkan rumput pakan ternak mereka.

Dengan berbagai permasalahan yang timbul, pemuda/i dan orangtua yang tergabung dalam Kelompok Lumbung Pangan berinovasi untuk mengatasi kelangkaan rumput yang terjadi pada setiap musim tanam padi. Dengan berbekal ilmu yang dipelajari dari internet, anggota kelompok lumbung pangan bertekat untuk mencoba fermentasi pakan ternak. Bahan yang dipakai juga berasal dari lingkungan sekitar sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan untuk mencoba inovasi tersebut. Dari sekian anggota kelompok, dipilihlah seekor sapi milik anggota kelompok untuk mencoba pakan yang telah divermentasi.

Dari seekor sapi inilah yang menjadi patokan pertama dari inovasi pakan ternak yang digalakkan oleh kelompok lumbung pangan. Setelah sukses dengan percobaan pertama, dilaksanakan penghitungan komposisi dan biaya yang dikeluarkan. penghitungan ini dilakukan untuk membandingkan biaya yang harus dikeluarkan ketika merumput disawah dengan fermentasi pakan ternak. karena inovasi yang dilaksanakan oleh kelompok ini adalah biaya dan tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit dengan hasil yang maksimal.

selain pertimbangan biaya dan tenaga, gizi yang dibutuhkan oleh hewan ternak juga dipertimbangkan mengingat pertumbuhan hewan ternak tidak luput dari gizi pakan yang baik dan seimbang. Meskipun dengan bahan yang disediakan oleh alam, kelompok pangan tetap bersikukuh untuk membuat pakan fermentasi yang dapat memenuhi semua gizi dan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak.

Sumber : KIM Jatigono

Kembali